Rumah Radakng Ikon Budaya Kalbar

Pontianak – Meskipun penganggarannya sempat terjadi pro dan kontra di kalangan anggota DPRD Kalbar, akhirnya pembangunan rumah panjang yang dinamai Radakng berdiri megah di perkampungan budaya Jalan Sutan Syahrir, Pontianak. Bahkan rumah panjang ciri khas suku dayak ini dijadikan ikon budaya Kalbar.

Rumah Radakng di Jalan Sutan Syahrir, Pontianak. Foto: Kalbariana.net

Rumah Radakng di Jalan Sutan Syahrir, Pontianak. Foto: Kalbariana.net

“Rumah ini merupakan ikon di Kalbar, diharapkan pula dapat terus menjadi daya tarik bagi pengembangan wisata di Kalbar. Karena secara potensial, Kalbar sangat kaya akan aset budaya, baik yang bernuansa kultural maupun historis,” kata Drs Cornelis MH, Gubernur Kalbar yang meresmikan Rumah Radakng, Selasa (2/7).

Cornelis berharap, rumah Radakng dimanfaatkan sebaik-baiknya. “Saya menyampaikan pesan untuk menjadi bahan renungan dan pemikiran kita bersama, pertama dengan selesainya pembangunan rumah Radakng Kalbar, saya harapkan masyarakat dapat memelihara, menjaga dan memanfaatkannya dengan baik. Sebagai tempat berkumpul untuk melakukan pertemuan dan muasyawarah maupun sebagai pusat kegiatan tradisional masyarakat, khususnya masyarakat dayak di Kalbar,” tegasnya.

Dibangunnya rumah Radakng, juga merupakan simbol dari kekayaan budaya yang dimiliki Kalbar. Maka secara turun-temurun harus dilestarikan oleh masyarakat. “Rumah Radakng merupakan simbol dan repleksi dari kehidupan dan adat istiadat masyarakat dayak. Sehingga keberadaan rumah Radakng sebagai salah satu kekayaan budaya yang sangat bernilai, perlu kita jaga dan kita lestarikan,” jelas Cornelis.

Tidak hanya rumah Radakng, kata Cornelis, bangunan yang memiliki nilai budaya lainnya milik kaum etnis tertentu juga perlu dilestarikan secara bersama-sama.

“Hari ini saya resmikan rumah Radakng. Nanti saya akan resmikan juga rumah Melayu, tunggu saja laporannya, sudah jadi apa belum? Nanti saya juga akan meresmikan masjid, kapan jadinya? Demikian juga Gereja Katedral (Jalan Gajah Mada, red) saya tinggal tunggu laporan panitianya, kapan mau diresmikan,” ucap Cornelis.

Peresemian rumah Radakng juga dirangkaikan dengan pembukaan pekan Gawai Dayak ke-28 Provinsi Kalbar. Gawai pada hakekatnya ungkapan rasa syukur kepada sang pencipta yang sarat dengan makna relegius. Setiap tahun diperingati sebagai bagian dari upaya menghargai dan melestarikan nilai-nilai budaya yang hidup dan berkembang dikalangan masyarakat dayak. “Oleh karena itu kita jadikan kegiatan ini sebagai ajang pembangunan nilai-nilai budaya yang positif, serta menjadi promosi budaya daerah,” papar Cornelis.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kalbar, Ir Jakius Sinyor memaparkan, fisik rumah Radakng dibangun Dinas Pekerjaan Umum Kalbar. Kepala dinas selaku pengguna anggaran akan menyerahkan laporan hasil pembangunannya kepada Gubernur Kalbar.

“Pada hari ini (kemarin, red) bangunan ini akan diserahkan kepada Bapak Gubernur Kalbar. Dengan melakukan penandatanganan berita acara penyerahan dan selanjutnya Bapak Gubernur akan menyerahkan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar,” ujar Jakius Sinyor.

Dikatakannya, tujuan utama pembangunan Rumah Radakng, menciptakan kawasan baru dengan bentuk arsitektur yang selaras dengan budaya dan lingkungann setempat, sesuai dengan aspek fungsional masing-masing budaya.

“Pembangunan perkampung budaya Kalbar diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomis dan manfaat sosial bagi masyarakat luas. Perkampungan Budaya Kalbar merupakan kawasan wisata budaya yang didalamnya terkandung berbagai kebudayaan, menggambarkan keragaman Kalbar,” ungkap Jakius.

Dipaparkannya, rumah Radakng dibangun dengan penancapan tiang pertama pada 4 Juni 2012 oleh Gubernur Kalbar. Anggaran yang digunakan Rp20.280.361.000 dari APBD Kalbar yang dikerjakan PT Karya Prima Mandiri Pratama. “Kontrak multiyears 2012-2013. Waktu pelaksanaan 2 April 2012 hingga 18 April 2013,” ucapnya.

Adapun luas area untuk pembangunan Rumah Radakng 1,4 hektar. Terdiri dari lantai 1 seluas 2.870 meter persegi, lantai 2 seluas 2.972 meter persegi, dengan total 5.842 meter persegi. Rincian detail rungan, luas aula 646 meter persegi, luas ruang untuk masing-masing kabupaten/kota 316 meter persegi setiap kamarnya. Kemudian untuk luas site plaza budaya 1,1 hektar, dimana luas areal plazanya 3.224 meter persegi.

“Untuk lanjutan pembangunan rumah Radakng, seperti pagar, gerbang development dan lampu memerlukan dana sekitar Rp7 miliar,” jelas Jakius.

Reporter: Andreas, Editor: Hamka Saptono
Sumber: Rakyat Kalbar
Rabu, 3 Juli 2013