Paduan Eksotik Eropa Melayu

Foto by LEO PRIMA

TRIBUN – Saat ini rumah dinilai tidak hanya menjadi tempat tinggal tetapi juga mencerminkan gaya hidup dan kepribadian pemiliknya. Inilah yang diyakini Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kalbar, Ilham Sanusi pada kediamannya. Hunian ini bisa dibilang sebagai insprasi, dikarenakan menyuguhkan perpaduan eksotik antara bangunan tropis, furnitur dan benda seni dari beragam budaya.

Memasuki areal rumah di Jl DR Wahidin Sudirohusodo Pontianak tersebut, hamparan pekarangan seluas 1 Hektare dengan aneka pohon buah tertata rapi seperti durian, mangga, lengkeng, sawo, belimbing, jambu biji memberikan aroma segar dengan hijaunya pepohonan tersebut.

Bangunan dibagi menjadi dua bagian, dan dicat warna kuning kentang serta cokelat. Jika melihat sekilas dan tampak dari depan, hunian ini mencerminkan arsitektur Eropa dengan rangka beton yang kokoh besar dan memiliki pekarangan yang luas. Sehingga benar-benar mencirikan konsep bangunan khas Eropa.

Dengan lokasi yang tersembunyi di antara pohon-pohon besar serta kontur lahan yang naik, rumah seluas 3.000 meter persegi ini menjadi hunian yang eksotik di tengah kota. Perpaduan antara arsitektur yang dipengaruhi budaya Eropa dan Melayu. Untuk tata ruang hunian terdiri dari gerbang masuk utama, pagar mengelilingi lahan dan massa bangunan yang berorientasi ke arah taman dalam atau inner courtyard di bagian tengah rumah.

Dan akan tampak berbeda, ketika kita melihat seksama lebih ke dalam. Ornamen Melayu pada ukiran atap-atapnya serta konsep ruangan antara plafon dan lantai yang tinggi mencapai empat meter. Pada bangunan utama terdapat beberapa ruang diantaranya ruang tamu, ruang keluarga, dapur, serambi samping dan depan, lima kamar tidur.

Di dalam bangunan utama seluas 1.000 meter persegi ini diisi furnitur built-in sofa dengan menempatkan koleksi-koleksi penghuninya. Seperti koleksi keramik-keramik dari beberapa negara, kristal-kristal serta piringan cenderamata dari 17 negara. “Ketika saya mendesain bersama arsiteknya memang beginilah konsep kediaman yang saya inginkan. Sejuk diluar, didalam dan menjadi tempat berkumpulnya keluarga serta menerima para tamu,” tuturnya pada Tribun, Kamis (3/1).

Berada di ruang tengah itu, kita tidak hanya merasakan suasana eropa bercampur budaya melayu yang ditampakan oleh ukiran-ukiran serta ornamen jawa di daun pintu yang terbuat dari kayu. Tapi kita juga merasakan suasana Islami karena terdapat mushola disamping ruang tamu, pajangan dinding bertuliskan surah Yasin, cinderamata bertuliskan arab, dan ornamen tulisan arab pada beberapa bagian rumah.

Area yang biasa dipakai untuk Ilham Sanusi dan keluarga berkumpul yakni di nruang tengah, sedangkan saat dia berada sendiri. Ia lebih menyenangi duduk di kursi refleksi di kamarnya sembari membaca buku maupun menonton televisi. “Saya juga sering menerima tamu-tamu di rumah ini. Mulai dari tokoh nasional sampai tokoh masyarakat kalbar. misalnya Amien Rais, Ilham Habibie, Menteri Pertanian, dan banyak lainnya,” kisahnya.

Uniknya rumah ini memiliki 38 pintu dimana rata-rata kamar terdapat enam pintu. “Kalau rumah gaya melayu kan memang suka banyak pintu dan jendela, supaya sirkulasi udara dan pencahayaan yang masuk ke rumah semakin optimal sehingga baik untuk kesehatan. Sama halnya dengan halamn yang luas itu juga saya gunakan sebagai jogging track. Jadi tidak perlu jauh-jauh olahraga, karena di dalam sudah bisa,” tambah suami dari Uray Zanzibar tersebut.

Beranjak pada bagian samping dan belakang bangunan utama, terdapat bangunan kedua seluas 300 meter persegi dan di tengahnya terdapat taman bermain anak-anak, gazebo yang dibangun dari 8 tiang dan 8 atap mengacu unsur atap melayu. Untuk bangunan kedua, sebagai tempat kediaman para staf dan yang membantu dirumahnya serta dapur. Dan disampingnya ditempatkan garasi, untuk menghindari polusi asap dari kendaraan agar tidak masuk ke dalam rumah.

“Kalau rumah yang biasanya taman di depan, kalau saya pilih taman di belakang dan halaman luas di depan. Taman di belakang itu, tempat saya kumpul sama cucu-cucu dan santai bersama keluarga karena ada air terjun buatannya,” cerita Ilham yang membangun kediamannya selama dua tahun dari 1993-1995 itu.

Konsep lanskap pada hunian ini lebih difokuskan sebagai penyeimbang ruang terbuka yang memberikan efek keteduhan sebagai ciri utama pada rumah di lingkungan tropis. Karena itu, konsep hijauan lebih ditata sebagai taman tropis dengan gaya yang agak “liar”. Di sini aspek keteduhan lebih diutamakan dibandingkan dengan aspek visualnya.

Suasana eksotik tercipta di sekitar area ini, dengan bangunan gazebo di pagi hari refleksi kanopi pepohonan yang terpantul dari permukaan air yang tenang menambah suasana menjadi “dramatis”.

Furnitur Sebagai Focal Point
Rumah tidak hanya ditentukan oleh bagian luarnya, tapi interior pun bisa menggambarkan karakter sang pemilik. Dari sekian banyak elemen pengisi rumah, furnitur paling sering jadi pusat perhatian. Menurut desainer interior Hani Widjaja, menentukan furnitur besar atau kecil yang bakal diletakkan di sebuah ruangan sangatlah penting dan tidak boleh dilupakan.

“Banyak orang terlalu memikirkan bentuk dan model furnitur, sampai lupa bahwa ukuran furnitur juga memengaruhi estetika keberadaan furnitur di ruangan tersebut,” kata Hani. Coba saja misalnya Anda membeli sebuah lemari yang cantik dengan detail ukiran khas dari Jepara, yang mungkin harganya cukup mahal karena terbuat dari kayu kualitas terbaik. Namun, Anda ternyata tidak memperhitungkan ukuran lemari itu terhadap ukuran ruangan di rumah, yang mungkin terlalu kekecilan untuk lemari tersebut. Akhirnya lemari cantik berubah menjadi lemari membuat sesak.

Furnitur juga bisa menjadi focal point sebuah ruangan, tidak peduli apakah furnitur itu berukuran superbesar atau mungil sekali. Asalkan Anda jeli dan tahu bagaimana memilih furnitur yang tepat, pasti usaha Anda mempercantik ruangan tidak akan sia-sia. Jika Anda bertujuan menjadikan furnitur sebagai focal point ruangan tertentu, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menentukan furnitur seperti apa yang bakal dijadikan focal point.

Ketika Anda memutuskan membeli satu set sofa cantik, perhatikan dahulu ukuran ruang tamu Anda. Lalu, perhatikan juga bentuk sudut ruangan atau dinding. Apakah ruang tamu Anda berbentuk persegi atau kotak standar? Atau malah memiliki split level, baik itu lantai maupun dindingnya?

“Karena bentuk ruangan juga bisa memengaruhi pemilihan sofa. Jika ruang tamu Anda bentuknya bukan persegi dan memiliki dinding yang terbagi-bagi, sofa besar yang berbentuk lurus dan kaku kurang pas untuk diletakkan di situ. Selain mempersulit Anda, bentuknya yang lurus membuat view ruang tamu jadi kurang menarik. Padahal, kan saat awal Anda merancang split level tersebut tujuannya agar ruang tamu jadi lebih unik.

Sofa yang lurus hanya pas diletakkan di dinding yang sisinya lebar dan lurus,” beber Hani. Sofa mungil juga bisa mempercantik ruang tamu Anda. Carilah yang bentuknya lembut dan oval. Bukan yang memiliki sudut-sudut yang kaku. Namun, pastikan sofa atau kursi tamu yang mungil hanya diletakkan di ruang tamu yang juga mungil. Jika ruang tamu Anda terhitung luas atau bahkan luas sekali, meletakkan sofa mungil di sana bakal menjadi sebuah langkah yang salah.

Sofa atau kursi tamu biasanya memang dijadikan focal point dalam ruang tamu. Jika di ruang tamu Anda diletakkan sofa kecil, hasilnya ruangan malah akan terkesan kosong. Ruang yang terkesan kosong bisa merusak konsep focal point yang sudah Anda terapkan, karena furnitur yang tadinya ingin dianggap sebagai pencuri perhatian malah menjadi kurang terlihat akibat perhatian orang terlalu tertuju pada kekosongan ruang.

Sumber : http://pontianak.tribunnews.com/read/artikel/19681/paduan-eksotik-eropa-melayu
Selasa, 22 Mare 2011