Makanan Ciri Khas Masyarakat Batu Ampar: KKR Kembangkan Dodol dan Sirop dari Mangrove

Batu Ampar – Siapa sangka tanaman mangrove yang berfungsi menjaga ekosistem dan gerusan ombak ternyata memiliki nilai ekonomis yang bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Selain menjadi tempat berlindung biota laut, memang tidak banyak yang mengetahui buah dari tanaman mangrove ternyata bisa dikembangkan salah satu makanan. Bukan itu saja, buah itu juga bisa diolah menjadi sirop. Bahkan masyarakat pesisir di Kecamatan Batu Ampar mengolahnya sebagai dodol yang bisa menjadi makanan ciri khas Kabupaten Kubu Raya (KKR).

“Masyarakat mulai mengolah mangrove menjadi bahan makanan dan diharapkan bisa menjadi salah satu daya tarik wisata ke Kubu Raya. Terpenting bisa menjadi salah satu makanan khas masyarakat Kalbar dari Kubu Raya,” kata Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan pada wartawan di Sungai Raya, Senin (11/2).

Muda mengharapkan, sebagai bagian dari kabupaten itu, pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kubu Raya sedianya bisa menjadi partner mengolah dan memasarkan produk tersebut.

Selain bisa mempertahankan lingkungan dari kerusakan, pengolahan makanan dari tanaman mangrove bisa sedianya memberikan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat yang akhirnya bisa menunjang perekonomian mereka.

“Sekarang pengolahan mangrove menjadi dodol dan sirop sudah berlangsung dalam skala home industry. Ke depan diharapkan bisa memberikan peluang besar bagi masyarakat, karena nama mangrove sendiri sudah mendunia,” tuturnya.

Diutarakan Muda pula, sebagai kabupaten keempat yang memiliki wilayah mangrove di Indonesia, tentunya mangrove yang kini tumbuh harus terus dipertahankan. Caranya dengan menjadi mangrove sebagai sandaran perekonomian masyarakat sekitar. Sehingga tidak ada lagi cerita perusakan mangrove yang terjadi di sejumlah wilayah.

Apalagi makanan dan sirop olahan dari mangrove tergolong sesuatu yang baru. “Kita berusaha terus-menerus melestarikan mangrove di daerah pesisir Kubu Raya. Karena tidak menutup kemungkinan potensi mangrove akan kita jadikan sebagai salah satu potensi wisata alam,” kata Muda.

Beberapa jenis mangrove yang bisa dijadikan sumber makanan adalah Pidada (Sonnerita spp), Api-Api (Avicennia spp), Tancang (Bruguiera sp), serta Bakau (Rhizophora sp).

Untuk mengolah buah pidada, harus pilih buah yang sudah matang, petik dan pilah buah yang tidak berulat, kupas kulitnya dengan pisau stainless agar tidak berubah warna, serta ambil daging buahnya seberat 300 gr tambah air 100 cc lalu blender.

Adapun olahan aneka makanan dari mangrove, di antaranya Sirup Pidada, Selai Pidada, Permen Pidada, Klepon Api-Api, Kue Kering Sagu Pandan, Kue Bawang, Putri Salju. (fiq)

Sumber: Rakyat Kalbar
Selasa, 12 Februari 2013