MABM Sambas Ajak Pertahankan Kearifan Lokal

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS – Ketua Majelis Adat dan Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Sambas, Ir H Burhanudin A Rasyid menyayangkan terjadinya perubahan iklim yang terjadi akibat hilangnya kearifan lokal masyarakat terkait alam.

Ia mengatakan banyak sebenarnya contoh kedekatan masyarakat dengan kondisi alam, iklim dan lingkungan melalui kearifan lokal. “Dulu banyak contoh dekatnya orang melayu dengan alam dari dulu,” ujar Burhanudin saat menghadiri verifikasi desa proklim di Sekuduk Kecamatan Sejangkung, Kamis (10/9/2015).

Ia mencontohkan seperti masyarakat di Kecamatan Tebas dulu bertani dengan mengandalkan alam. Terutama setelah panen untuk memulai kembali masa panen.

“Dulu lahan setelah panen ditebas, kemudian digulung, dicencang dan ditaburkan lagi ke alam. Namun sekarang orang sudah pakai semprot (dengan pestisida),” ujarnya.

Dengan demikian, Burhanudin mencontohkan, saat ini kerarifan lokal alam perlahan-lahan mulai hilang. Menurut dia, sebetulnya banyak potensi yang bisa dikembangkan dari alam yang akhirnya diharapkan meningkatkan perekonomian.

“Saya didatangi pengusaha di Perigi Limus pinang meminta pinang sebanyak 200 ton,” ujarnya.

Maka ia meminta setiap desa dapat menerapkannya di masing-masing lingkungan. “Coba kades sepanjang jalan, setiap rumah minimal 10 batang. Maka desa indah dan setiap tahun bisa panen, maka desa indah dan masyarakat berpenghasilan,” imbuhnya

Kemudian ia menyayangkan saat ini mulai berkurangnya plasma nutfah di wilayah Sambas terutama jenis flora yang langka dan menjadi kekhasan daerah Sambas. “Ada buah kancing dan tampui, sekarang tidak ada lagi,” ujarnya.

Maka ia berharap kedepannya ada membangun kebun raya berisi flora jenis plasma nutfah. “Kita sudah laporakan ini ke Dephut dan LH. Desain sudaha ada 300 hektare daerah Subah dan bertemu Sejangkung,” jelasnya.

Penulis: Dhita Mutiasari
Editor: Arief
Sumber: http://pontianak.tribunnews.com/2015/09/10/mabm-sambas-ajak-pertahankan-kearifan-lokal
Kamis, 10 September 2015 10:23