Dekranasda Suguhkan Kuliner Khas Kalbar

PONTIANAK – Begitu banyak jenis makanan khas Kalbar yang digemari masyarakat Indonesia. Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kalbar berupaya memperkenalkan makanan khas Kalbar agar dikenal masyarakat luas.

“Kita mempromosikan jenis makanan khas Kalbar, sekaligus memberikan kesempatan masyarakat membuka usaha makanan khas Kalbar. Inilah tujuan utama kami menyuguhkan makanan khas Kalbar ini,” ungkap Frederika Cornelis, Ketua Dekranasda Kalbar dalam acara Promosi dan Pengenalan Kuliner Kalbar di halaman Gedung Dekranasda, Senin (4/6).

Makanan yang disuguhkan Dekranasda meliputi bubur pedas, kerupuk basah, lempok, hingga kue khas Kabupaten Sambas, Lapis Legit. Tujuannya untuk memasyarakatkan beragam makanan tersebut.

“Para pengurus Dekranasda mengaku kebanjiran permohonan dari pengusaha kuliner khas yang ingin memasarkan produknya di pusat kuliner Dekranasda Jalan A Yani. Banyak di antara permohonan tersebut yang terpaksa ditolak, karena keterbatasan tempat,” ungkap Frederika.

Untuk menyiasati banyaknya peminat, Dekranasda melakukan seleksi terlebih dahulu. Dengan demikian, kuliner-kuliner yang disuguhkan merupakan hasil makanan pilihan. “Diseleksi dulu. Nanti kalau memang sudah masuk di sini kurang laku atau apa, mungkin akan diganti dengan yang lain,” ujarnya.

Menurut Frederika, selama ini sudah banyak jenis kuliner yang telah dibina oleh Dekranasda dan Tim Penggerak PKK. Sayangnya, tidak semua binaan dapat diakomodasi di pusat kuliner Dekranasda. Untuk sementara, pengusaha kuliner yang ada di Kota Pontianak lebih diprioritaskan karena pertimbangan dekatnya jarak. “Kalau kita tampung yang dari kabupaten, susah juga bagi mereka,” ungkapnya.

Adapun kuliner khas yang kini dapat dinikmati di tempat ini antara lain Kerupuk Basah Kapuas Hulu, Bubur Pedas Sambas, dan Rujak Singkawang. Sajian kuliner tersebut melengkapi berbagai jenis oleh-oleh dan suvenir khas yang sebelumnya sudah disediakan.

Upaya Dekranasda ini dimaksudkan untuk membantu promosi budaya dan ciri khas Kalbar demi kepentingan pariwisata. Di samping itu, upaya ini juga untuk membantu memfasilitasi pelaku UKM.

Frederika mengakui, di antara kuliner tersebut, terdapat beberapa jenis kuliner yang bukan khas daerah seperti bakso dan nasi goreng. Jenis kuliner itu sengaja tetap disajikan guna menarik pengunjung. “Bakso itu sangat digemari. Secara umum orang bisa makan. Jadi kita masukkan juga, walaupun bukan makanan khas,” ujar wanita yang baru saja merayakan ultah ke-54 itu.

Ia menyatakan senang karena pusat kuliner Dekranasda selalu ramai dikunjungi. Apalagi ramai dikunjungi jajaran pejabat pemerintah provinsi Kalbar. (dna)

Sumber: Equator-news.com
Rabu, 6 Juni 2012
Didokumentasikan: 4 September 2012 | 23:50