Mandi Bersama untuk Melarung Sial

Mandi u shi digelar agar warga terhindar dari kesialan atau nahas di sepanjang tahun. Airnya pun disimpan karena dianggap membawa berkah dan bisa berkhasiat obat. MEREKA berlomba mencebur ke sungai saat matahari di atas kepala. Membasuh diri, berendam, berenang, dan...

Ku Antar Kau Menuju Keabadian

MASYARAKAT Dayak Gerunggang di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, meyakini arwah nenek moyang yang telah meninggal belum sampai ke surga atau yang mereka sebut sebayan tujoh seruge dalam. Bahkan, ada yang tersesat. Maka, mereka perlu diantar menuju alam keabadian...

Tato, Simbol Diri Orang Dayak Iban

Oleh Agustinus Handoko Masyarakat subsuku Dayak Iban memiliki tradisi menato tubuh mereka. Selain menjadi ciri khas, tato adalah simbol keberanian masyarakat Iban. Lihatlah Klaudis Kudi (74), salah seorang generasi tua Dayak Iban, yang hampir sekujur tubuhnya...

Dayak Iban, Tak Segan Berubah

Oleh A. Handoko Raymundus Remang (38), Kepala Desa Batu Lintang, dan keluarganya berjalan meninggalkan rumah-rumah betang dengan memanggul tonggak kayu. Mereka bersiap-siap menugal, menanam bulir-bulir padi di lahan yang baru saja dibakar. Aktivitas seperti itu lazim...

Melestarikan Tradisi Makan Saprahan

REPUBLIKA.CO.ID, SAMBAS, KALBAR — Tradisi makan saprahan dan semangat gotong royong dalam adat perkawinan masyarakat Melayu, di Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat hingga saat ini masih terjaga dan kental. “Kami warga Desa Pipit Teja dan umumnya...

Membangun Kembali Kebersamaan

Budaya kekeluargaan dan kebersamaan merupakan salah satu ciri khas dari masyarakat adat Ketemenggungan Belaban Ella, Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Penduduk Ketemenggungan Belaban Ella merupakan suku Dayak Limbai dan Dayak Ransa—dari rumpun...